Loading...

Wednesday, November 11, 2009

Jika Tuhan Menjatuhkan Batu

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat dia harus menyampaikan pesan penting pada seseorang yang ada di bawah. Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena di bawah begitu bising dengan hiruk- pikuknya suara mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja. Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan orang itu. Orang itu berehenti sebentar, mengambil uangitu keudian bekerja lagi. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.

Tetapi tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengabil batu kecil dan melemparkannya ke arah orang itu, dan. Karena merasa kesakitan, orang itu menengadah keatas. Sekarang pekerja yang di atas dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

Tuhan kadang-kadang menggunakan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk membuat kita menengadah kepadanNya. Seringkali Tuhan memberi berkat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu memang lebih tepat kalau Tuhan menjatuhkan batu kepada kita. (dari temanku; David Panjaitan)

"Peringatan-peringatanMu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku"

0 comments: